Cara Mengelola Cash Flow Keuangan dalam Mengembangkan Sebuah Bisnis

Seringbaca.com | Arus kas atau cash flow merupakan suatu komponen yang sangat mendasar dalam sebuah bisnis dengan skala kecil maupun menengah. Untuk itu dalam membangun sebuah usaha harus tahu bagaimana cara mengelola cash flow keuangan yang benar.

Karena tanpa adanya uang kas, maka Anda tidak akan pernah mendapatkan profit dari usaha yang dimiliki. Bahkan banyak sekali sebuah usaha yang pada awalnya memberikan keuntungan besar dan akhirnya harus bangkrut karena jumlah uang kas yang masuk tidak seimbang dengan jumlah kas pengeluaran.

 

Apa itu Cash Flow?

cara mengelola cash flow keuangan
cara mengelola cash flow keuangan

Pada dasarnya  cash flow yaitu suatu pergerakan dana masuk dan keluar dari sistem operasional sebuah  usaha. Untuk itu, Anda harus selalu mengatur manajemen keuangan cash flow dalam jangka waktu mingguan, bulanan tiga bulanan hingga tahunan.

Ada dua jenis cash flow yang dapat Anda ketahui, diantaranya adalah:

  • Arus Kas Positif

Kas ini tersalurkan apabila dari kegiatan penjualan, sumber hasil pemasukan dan piutang melebihi dari dari jumlah kas yang dikeluarkan. Kas yang keluar biasanya digunakan untuk berbagai kebutuhan, seperti membayar gaji karyawan, pengeluaran operasional usaha bulanan, pelunasan hutang dan sebagainya.

  • Arus Kas Negatif

Kas ini terjadi karena kas yang keluar lebih besar dari jumlah kas masuk, yang pada akhirnya dapat menyebabkan suatu masalah dalam usaha Anda. Namun, ada beberapa langkah penting yang dapat diterapkan untuk memperbaiki masalah ini yaitu dengan mengumpulkan atau menghasilkan jumlah kas yang lebih banyak.

Untuk bisa memiliki arus kas positif memang bukan cara yang mudah. Anda harus benar-benar melakukan pengelolaan bisnis secara maksimal dan membuat analisis secara berkala agar bisa lebih efektif dalam mengontrol antara kas masuk dan kas keluar.

Provit dan Arus Kas      

Keuntungan atau profit berbeda dengan arus kas dalam sebuah usaha. Sebagai seorang pengusaha, maka tidak bisa hanya mengandalkan dalam mengelola usahanya dengan melihat dari catatan laba dan rugi saja, namun ada faktor-faktor lain yang harus diperhatikan seperti pengeluaran modal, pembelian inventaris, pelunasan hutang usaha dan sebagainya.

Cara mengatur cash flow keuangan
sumber : zahiraccounting

Cara mengelola cash flow keuangan dalam sebuah usaha dibutuhkan kecerdasan dan harus fokus pada faktor-faktor tertentu selain dari laba dan rugi yang Anda dapatkan. Hal ini terkadang tanpa disadari oleh pemilik usaha atau bahkan seorang komunitas akuntan.

Dalam sebuah usaha, untuk mengetahui laba dan rugi memang berbeda dengan pergerakan arus kas. Pada dasarnya, nilai profit dalam bisnis dapat dilihat dari laporan laba dan rugi, dengan perhitungan dari hasil pendapatan penjualan yang dikurangi dengan biaya pengeluaran.

Sedangkan arus kas dapat memberikan informasi secara detail kepada pemilik usaha mengenai seluruh biaya yang digunakan dalam kegiatan usaha, mulai dari penagihan pelanggan untuk suatu jasa atau produk yang dijual dengan sistem kredit. Dalam hal ini tidak dapat diketahui hanya melalui laporan laba dan rugi.

Arus kas positif murni digunakan untuk mendapatkan keuntungan atau profit dari sebuah bisnis. Jika Anda memiliki uang kas yang cukup, maka Anda dapat membayar biaya untuk menggaji karyawan dan juga membayar pemasok produk agar dapat memperoleh persediaan.

Penjualan dari persediaan produk akan memberikan hasil keuntungan bagi usaha Anda. Namun, jika Anda tidak memiliki uang kas yang cukup, maka secara otomatis tidak dapat mensuplai produk baru untuk dipasarkan, sehingga perusahaan tidak akan mendapatkan profit dan juga tidak berkembang.

Baca Juga :  Bedakan Harga Sewanya, Cara Mengelola Rumah Kontrakan dengan Cerdas

Jadi ketika Anda menjalankan sebuah usaha, maka harus benar-benar fokus untuk mengarahkan usaha tersebut agar memiliki arus kas positif, karena hal itu yang akan membantu usaha Anda menjadi berkembang dan juga akan meningkatkan profit atau keuntungan.

Cara Mengatur Cash Flow Keuangan dan Meningkatkan Arus Kas

Kebanyakan para pengusaha melihat perkembangan bisnisnya dari jumlah arus kas yang ada. Sehingga mereka sangat berambisi mengembangkan usahanya, tanpa disadari malah menimbulkan masalah besar pada pergerakan arus kas.

Agar terhindar dari masalah tersebut, sebaiknya membuat rencana dengan baik antara pemasukan dan pengeluaran arus kas. Berikut ini langkah-langkah yang dapat diterapkan untuk mengelola arus kas secara bijak, terutama untuk sebuah usaha yang baru saja tumbuh.

Cara Mengelola Cash Flow Keuangan dalam Mengembangkan Sebuah Bisnis
sumber : indodana.id
  • Membuat Catatan Piutang

Akun piutang yang tidak tertagih akan membuat tagihan usaha Anda menjadi membengkak dan bisa menyebabkan pemasukan kas usaha menjadi tidak efektif. Untuk mengatasi hal itu, maka Anda bisa meminta pihak pelanggan agar melakukan preotorisasi cek, sehingga pihak bank bisa menarik kas dari rekening pada waktu yang telah ditentukan.

Anda juga bisa menggunakan fitur invoice sebagai reminder yang terdapat pada software akuntansi. Langkah ini dapat digunakan sebagai solusi terbaik untuk mengingatkan para pelanggan agar melakukan pelunasan hutang tepat pada waktunya.

Selain itu, Anda dapat membuat trik khusus dengan menawarkan harga potongan kepada pelanggan yang membayar tagihan piutang sebelum jatuh tempo.

  • Membuat Persyaratan Kredit dengan Lebih Ketat

Terkadang dalam sebuah usaha, Anda mengharuskan fasilitas penjualan secara kredit untuk menarik minat pelanggan. Sebelum Anda memberikan layanan tersebut, sebaiknya melakukan riset terlebih dahulu agar dapat mengurangi risiko yang tidak diinginkan.

Anda bisa menganalisis dari beberapa faktor seperti, apakah mereka mampu membayar tagihan setiap bulannya tepat waktu? Bagaimana kondisi usaha yang mereka jalankan sedang baik atau buruk?

Tidak ada salahnya untuk menyortir para pelanggan yang telat membayar tagihan dan sebaiknya membuat aturan yang lebih ketat lagi bagi pelanggan. Jika Anda melakukan dengan konsisten, maka usaha Anda akan berkembang baik.

  • Meningkatkan Tingkat Penjualan

Jika Anda ingin meningkatkan penghasilan dalam sebuah usaha, maka tidak ada alasan lain kecuali meningkatkan kuantitas dari produk yang dijual atau menawarkan jenis produk baru. Dengan begitu, maka Anda dapat meningkatkan pelanggan baru dan usaha yang Anda jalankan akan menjadi berkembang.

Karena meningkatkan pelanggan baru bukanlah hal yang mudah dan tentunya membutuhkan waktu yang lebih lama. Jadi solusi terbaiknya yaitu dengan menyediakan produk dalam jumlah lebih banyak kepada pelanggan.

Namun, sebelumnya Anda juga harus membuat analisis terlebih dahulu mengenai produk apa saja yang prospek di masyarakat. Dengan metode ini, diharapkan dapat meningkatkan arus kas masuk menjadi lebih meningkat.

  • Diskon Harga

Memberikan diskon harga kepada pelanggan yang membayar tagihan lebih awal merupakan cara tercepat untuk meningkatkan arus kas. Meskipun cara ini bisa mempengaruhi profit margin yang akan Anda dapatkan, namun sangat membantu dalam membuat manajemen arus kas menjadi insentif terhadap pelanggan agar dapat membayar tagihan  lebih awal.

Cara mengatur cash flow keuangan yang baik dalam sebuah usaha harus dilakukan analisis dan evaluasi untuk setiap pergerakan arus kas. Agar usaha yang Anda jalankan tetap pada jalur yang tepat dan konsisten dalam menghasilkan arus kas positif maka Anda harus selalu mengelola laporan keuangan secara bijak, pendapatan harus selalu lebih besar dibandingkan dengan pengeluaran.

Baca Juga :  Peluang Usaha Ibu Rumah Tangga
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like