Jenis sayuran hidroponik yang bisa Anda pilih untuk ditanam di rumah ternyata ada banyak pilihannya, salah satunya adalah cabai. Dengan menanam sayuran secara hidroponik, Anda dapat memastikan sendiri bahwa sayuran yang Anda konsumsi memang betul-betul terjamin kualitasnya.

Pengertian Sayuran Hidroponik

Sayuran hidroponik adalah sayuran yang ditanam pada media selain tanah. Media yang digunakan adalah air, meskipun pada tahap awal benih-benih sayuran ini ditanam pada media khusus terlebih dulu. Media khusus tersebut bisa berupa rockwool, arang sekam, spons, sabut kelapa, dan lain-lain.

Sayuran hidroponik dapat tumbuh subur dengan campuran nutrisi yang sesuai. Selain itu, perawatan yang teliti juga merupakan salah satu faktor penentu keberhasilan panen sayuran hidroponik. Misalnya, Anda harus mengatur sistem filtrasi untuk mengatur pertukaran air dan udara.

Kelebihan Sayuran Hidroponik

Ada beberapa hal yang membuat sayuran hidroponik memiliki kualitas lebih bagus dibandingkan dengan sayuran biasa. Kelebihan tersebut diantaranya yaitu:

  1. Sayuran hidroponik bersifat organik atau bebas dari pestisida, artinya sayuran hidroponik lebih sehat dan alami dibandingkan sayuran biasa.
  2. Lebih steril karena menggunakan air.
  3. Air yang dibutuhkan lebih sedikit.
  4. Pemberian nutrisi dan kelembaban (pH) bisa diatur sesuai kebutuhan masing-masing tanaman.
  5. Sayuran hidroponik tumbuh dalam waktu yang relatif singkat, karena bagian akar mendapatkan asupan oksigen dan unsur hara secara langsung dari air yang telah dicampur dengan nutrisi.
  6. Fleksibel, artinya sayuran hidroponik bisa ditanam dimana saja tanpa harus memiliki lahan tanah yang luas.
  7. Nilai jual lebih tinggi dibandingkan dengan sayuran yang dihasilkan dari petani konvensional.

Kelemahan Tanaman Sayuran Hidroponik

Tidak hanya memberikan beberapa kelebihan, sayuran hidroponik juga tidak lepas dari beberpa kekurangan yang harus Anda ketahui, di antaranya:

  1. Masih terdapat kemungkinan untuk diserang hama.
  2. Sayuran hidroponik dapat terserang penyakit seperti Verticillium dan Fusarium.
  3. Jika sudah terserang penyakit, maka dapat dengan cepat menular melalui sistem hidroponik yang notabene terhubung satu sama lain.
  4. Diperlukan pengetahuan serta ketelitian yang cukup tinggi, karena sistem hidroponik berkaitan erat dengan faktor suhu, cahaya, serta kelembaban udara setempat.
  5. Jika Anda membuat sistem hidroponik yang cukup besar, maka biaya yang dibutuhkan juga lebih besar. Khususnya untuk keperluan instalasi pendukung seperti greenhouse, listrik, pipa, dll.

Jenis Sayuran yang Bisa Ditanam Secara Hidroponik

Selain cabai, masih banyak jenis sayuran lainnya yang bisa Anda tanam di rumah. Tidak hanya untuk konsumsi pribadi, berkebun secara hidroponik juga bisa Anda jadikan sebagai sumber penghasilan. Berikut ini beberapa sayuran hidroponik yang mudah tumbuh dengan subur.

Selada atau Lettuce

Jenis Sayuran Hidroponik Serta Kelebihan dan Kekurangannya

Sayuran hidroponik yang pertama adalah selada. Selada merupakan sayuran yang cukup digemari masyarakat. Pasalnya selain enak untuk disantap sebagai lalapan, sayuran ini juga sangat bergizi tinggi.

Menanam selada secara hidroponik cukup mudah, diawali dengan penyemaian benih terlebih dulu. Benih selada diletakkan pada media semai dan tunggu sampai 4 hari. Setelah muncul kecambah, maka selada siap untuk dipindahkan menuju media tanam hidroponik.

Berikan aliran nutrisi sesuai takaran, agar pertumbuhannya optimal. Selama 3-4 hari awal, tempatkan selada di tempat yang teduh, hal ini bertujuan agar selada dapat beradaptasi dengan baik. Setelah itu, barulah tempatkan selada di tempat yang terkena sinar matahari.

Kubis

Jenis Sayuran Hidroponik Serta Kelebihan dan Kekurangannya

Salah satu alasan sayur kubis sangat cocok ditanam secara hidroponik adalah karena kubis sangat rentan terhadap serangan hama. Pada perkebunan yang luas, sayur kubis sering sekali rusak akibat hama, sehingga para petani memilih menyemprotkan pestisida.

Related Post :  Cara Membuat Hidroponik Mudah untuk Pemula

Meskipun masa panen kubis secara hidroponik cukup lama, namun Anda dapat menjamin kualitas kubis tetap organik atau bebas dari bahan kimia. Selain itu Anda bisa selalu mengawasi apabila ada serangan hama.

Masa penyemaian awal kubis berlangsung selama 4-6 minggu, atau setelah kubis telah memiliki 5-6 helai daun. Kemudian, kubis hidroponik harus dipindahkan ke media tanam. Rawat kubis dengan baik, dan tunggu masa panen hingga 5 bulan kemudian.

Tomat

Jenis Sayuran Hidroponik Serta Kelebihan dan Kekurangannya

Berikutnya adalah tomat, meski mirip buah sebenarnya tomat termasuk dalam golongan sayuran. Selain bisa dimasak seperti sayuran lainnya, tomat juga bisa Anda konsumsi secara langsung ataupun diolah sebagai jus.

Tanaman tomat hidroponik dapat tumbuh dengan baik apabila diberi penyangga pada masing-masing tanaman. Karena setelah tumbuh dan berbuah, akar tanaman tomat pada media tanam hidroponik tidak sekuat akar tomat yang ditanam di dalam tanah.

Tomat dapat tumbuh dengan baik jika terkena cahaya matahari secara penuh. Maka pastikan tanaman tomat hidroponik Anda tidak terhalang oleh objek lainnya. Agar tomat yang Anda tanam tidak mengalami masalah, Anda bisa menyemprotkan fungisida setiap 7 hari sekali.

Kacang Panjang

Jenis Sayuran Hidroponik Serta Kelebihan dan Kekurangannya

Kacang panjang juga dapat tumbuh subur saat ditanam secara hidroponik. Selain enak dan dapat diolah dengan berbagai macam resep, kacang panjang juga bisa disantap secara langsung sebagai lalapan.

Dalam masa perawatan, sebaiknya Anda memberikan penyangga pada setiap tanaman kacang panjang. Hal ini agar kacang panjang dapat berdiri tegak dan tumbuh dengan optimal. Kacang panjang hidroponik dapat dipanen setelah usianya mencapai 3 bulan.

Tentunya Anda juga harus merawatnya dengan baik. Berikan nutrisi yang cukup, misalnya dengan AB mix yang dicampur dengan air. Letakkan pada tempat yang terkena cahaya matahari, serta teliti setiap tanaman agar tidak terserang hama.

Cabai

Jenis Sayuran Hidroponik Serta Kelebihan dan Kekurangannya

Siapa yang tidak suka cabai? Sepertinya cabai menjadi sayuran yang wajib ada di dalam kulkas. Bagaimana tidak, rasanya yang pedas dan nikmat membuat selera makan menjadi semakin meningkat.

Sayuran yang kaya vitamin C ini rupanya cukup mudah ditanam dirumah dengan sistem hidroponik. Kelebihan menanam cabai hidroponik adalah bisa dilakukan sepanjang tahun. Dengan kata lain, cabai hidroponik dapat tumbuh subur pada musim hujan maupun kemarau.

Diawali dengan proses penyemaian benih, pemindahan menuju media tanam, serta perawatan yang baik sampai masa panen. Anda bisa memberikan nutrisi dengan takaran yang tepat agar pertumbuhannya optimal. Nutrisi yang diberikan misalnya berupa Nitrogen, Kalium, dan Fosfor.

Bayam Merah

Jenis Sayuran Hidroponik Serta Kelebihan dan Kekurangannya

Mungkin sebagian dari Anda masih asing dengan bayam merah. Tidak kalah bergizi dari bayam hijau, bayam merah juga memiliki kandungan zat besi yang cukup tinggi. Maka, tidak ada salahnya Anda mulai mencoba menanamnya di pekarangan rumah secara hidroponik.

Masa panen bayam merah cukup singkat, yaitu hanya 25 sampai 30 hari saja. Namun, ada hal penting yang harus Anda ketahui agar bayam merah sukses dipanen. Salah satunya Anda harus memberikan nutrisi unsur hara makro dan mikro, misalnya kalsium nitrat dan amonium sulfat.

Usahakan agar tanaman selalu mendapatkan aliran nutrisi. Selalu periksa agar larutan nutrisi tidak kering. Selain itu, perlu Anda tahu bahwa bayam merah akan tumbuh dengan baik jika terkena sinar matahari secara langsung.

BACA JUGA : Tanaman Hidroponik: Media, Jenis, Cara, dan Teknik Hidroponik

Wortel

Jenis Sayuran Hidroponik Serta Kelebihan dan Kekurangannya

Jika pada tanaman lain Anda membutuhkan sumbu sebagai penghantar larutan nutrisi, maka hal ini tidak berlaku pada wortel. Jenis sayuran hidroponik yang satu ini harus menerima nutrisi secara langsung, misalnya dengan cara menyemprotkan larutan nutrisi pada akar tanaman.

Related Post :  Cara Menanam Hidroponik Mudah dan Lengkap untuk Pemula

Beberapa hal yang perlu Anda ingat bahwa wortel dapat tumbuh subur pada dataran tinggi. Setidaknya dataran tersebut memiliki ketinggian 1200 mdpl, serta suhu udara yang cenderung dingin dan lembab.

Masa panen wortel tidak terlalu lama, yaitu antara 2 sampai 3 bulan. Keberhasilan panen wortel tentu tidak lepas dari beberapa hal. Salah satunya adalah Anda harus rajin membersihkan tempat larutan nutrisi agar tidak muncul kotoran bahkan jentik nyamuk.

Bayam Hijau

Jenis Sayuran Hidroponik Serta Kelebihan dan Kekurangannya

Bayam hijau merupakan sayuran yang sangat populer karena mudah dijumpai. Agar lebih organik dan sehat, Anda bisa menanamnya sendiri di rumah dengan metode hidroponik. Masa panennya pun cukup singkat, yaitu hanya satu bulan saja.

Sebelum benihnya ditanam, sebaiknya Anda rendam dulu di dalam air agar lebih maksimal pertumbuhannya. Kemudian setelah ditanam dan memiliki 4-5 daun kecil, maka bayam hijau siap dipindahkan pada pot hidroponik.

Anda harus rutin membersihkan tanaman ini dari gulma atau rumput liar yang biasanya tumbuh di area sekitarnya. Pasalnya, rumput liar justru dapat memicu munculnya serangan hama. Selain itu, tetap lakukan penyiraman secara rutin agar tanaman tumbuh optimal.

Kale

Jenis Sayuran Hidroponik Serta Kelebihan dan Kekurangannya

Sudah tau khasiat sayuran kale? Kale merupakan sayuran yang berkhasiat untuk mencegah penuaan dini, mencegah kanker, mengurangi kolesterol, serta mampu menurunkan berat badan. Tidak hanya itu, kale juga dapat menguatkan sistem kekebalan tubuh.

Setelah mengetahui banyak khasiat dari sayuran kale. Maka Anda bisa mencoba menanamnya di pekarangan rumah. Cara menanam sayuran ini tidak jauh berbeda dengan sayuran hidroponik lainnya. Hanya saja Anda harus bersabar menunggu masa panen setidaknya sampai 70 hari.

Salah satu musuh terbesar kale hidroponik adalah ulat dan belalang. Biasanya mereka akan menyerang kale pada usia remaja atau sekitar usia 1,5 bulan. Maka dari itu, Anda harus lebih jeli lagi memperhatikan setiap daun kale agar tidak habis dimakan ulat atau belalang.

Pakcoy

Jenis Sayuran Hidroponik Serta Kelebihan dan Kekurangannya

Jika Anda berencana menanam pakcoy secara hidroponik, maka sebaiknya Anda memakai media tanam berupa rockwool. Tidak hanya menggunakan biji pakcoy sebagai benihnya, Anda juga bisa menggunakan pangkal pakcoy yang telah direndam di dalam air.

Hampir sama dengan bayam, pakcoy memiliki masa panen yang cukup singkat yaitu 30-45 hari. Salah satu kunci keberhasilan panen sayuran ini adalah dengan mengalirkan nutrisi dengan takaran sedikit namun terus mengalir selama 24 jam tanpa henti.

Nutrisi untuk pakcoy bisa berupa AB mix. Takaran yang tepat yaitu dengan mencampurkan 1 liter air dengan nutrisi A dan B masing-masing sebanyak 5 ml. Jika daun pakcoy sudah mulai melebar dan warna tangkainya hijau cerah, maka pakcoy siap untuk dipanen.

Kangkung

Jenis Sayuran Hidroponik Serta Kelebihan dan Kekurangannya

Sayuran selanjutnya yang dapat ditanam secara hidroponik yaitu kangkung. Kangkung bisa menjadi alternatif pilihan bagi Anda yang bosan dengan bayam. Atau, bisa juga menanam keduanya secara bersamaan.

Sebelum menanam kangkung, Anda harus terlebih dulu merendam benihnya pada air hangat sekitar 6 jam. Kemudian tempatkan pada tisu yang lembab dan letakkan di ruang gelap. Setelah berkecambah, barulah Anda bisa memindahkannya ke pot hidroponik.

Pemberian nutrisi harus dilakukan secara bertahap. Pada 2 minggu pertama, takaran nutrisi cukup 5 ml dicampur dengan 1 liter air. Setelah usia tanaman 2 minggu lebih, maka takaran nutrisi harus ditingkatkan menjadi 10 ml untuk 1,5 liter air.

Kemangi

Jenis Sayuran Hidroponik Serta Kelebihan dan Kekurangannya

Anda suka makan ayam goreng dicampur sambal lengkap dengan lalapan? Jika iya, maka menanam kemangi sendiri di rumah menjadi pilihan yang tepat. Selain simpel dan bisa memetik sendiri, kemangi hidroponik tentu akan lebih terjamin kebersihannya karena bebas dari bahan kimia.

Related Post :  6 Cara Mengatasi Ulat Pada Tanaman Jagung Untuk Meningkatkan Hasil Panen

Pertama, Anda harus melalui tahap penyemaian terlebih dahulu dalam menanam kemangi hidroponik ini. Gunakan nampan yang berisi campuran tanah dan kompos, lalu letakkan benih kemangi dan sirami setiap hari. Setelah tingginya 10 cm, segera pindahkan ke pot hidroponik.

Kemangi siap dipanen saat usianya sekitar 50 hari. Ada teknik khusus yang perlu Anda ketahui saat memanen kemangi. Anda harus memetik kemangi pada bagian daunnya yang masih muda (pucuk daun). Hal ini berguna untuk memicu pertumbuhan tunas yang baru.

Mentimun

Jenis Sayuran Hidroponik Serta Kelebihan dan Kekurangannya

Selain kemangi, mentimun juga cukup nikmat untuk dijadikan lalapan. Selain itu, mentimun ternyata juga memiliki kandungan gizi yang sangat baik bagi tubuh. Salah satunya yaitu mampu menjaga tubuh agar tetap terhidrasi, karena mentimun mengandung air hingga 95,2 persen.

Menanam mentimun hidroponik cukup mudah, prosesnya hampir sama dengan jenis sayuran lainnya. Jangan lupa untuk menyiapkan penyangga agar tanaman ini bisa tumbuh secara optimal. Jika perlu, Anda bisa melindungi tanaman ini dengan jaring agar tidak diserang hama.

Pemberian dosis pupuk pada mentimun harus diberikan secara bertahap. Pada minggu pertama, sebaiknya gunakan dosis sebanyak 3 ml A dan 3 ml B. Minggu kedua, tingkatkan menjadi 4 ml, dan seterusnya ditingkatkan setiap minggunya.

Bunga Kol

Jenis Sayuran Hidroponik Serta Kelebihan dan Kekurangannya

Tidak hanya kol, bunga kol juga sangat digemari oleh masyarakat. Rasanya yang enak dan bergizi tinggi, menjadi salah satu alasan mengapa bunga kol sangat laris di pasaran. Agar lebih organik, Anda bisa menanam bunga kol di rumah sendiri dengan sistem hidroponik.

Bunga kol hidroponik perlu melewati proses penyemaian terlebih dulu. Media semai yang cukup baik yaitu rockwool, karena bahan ini mampu menyerap air dengan sempurna. Selalu sirami benihnya agar kelembaban selalu terjaga.

Masa penyemaian bunga kol cukup lama, yaitu sekitar 20 hari. Setelah itu, bunga kol baru bisa dipindahkan ke media tanam hidroponik. Perpindahan sebaiknya dilakukan saat pagi atau sore hari. Agar pertumbuhannya optimal, berikan jarak antar tanaman setidaknya 30 cm.

Seledri

Jenis Sayuran Hidroponik Serta Kelebihan dan Kekurangannya

Meski bukan sayuran utama, namun memasak tanpa campuran seledri rasanya masih kurang nikmat. Sayuran yang satu ini ternyata memiliki segudang manfaat meskipun bentuknya kecil. Seledri mengandung berbagai vitamin seperti vitamin A, B1, B2, B3, B5, B6 dan vitamin C.

Selain itu, masih banyak kandungan gizi lainnya yang terdapat pada seledri. Bisa Anda bayangkan jika Anda bisa memetik seledri setiap hari di rumah. Ya, Anda bisa menggunakan sistem hidroponik agar lebih simpel dan mudah.

Masa panen seledri cukup singkat yaitu sekitar 1 bulan. Jika Anda ingin memanennya lebih sering, Anda bisa menanam lebih dari satu tanaman dengan selang waktu 3-7 hari. Tidak hanya untuk dikonsumsi secara pribadi, seledri hidroponik juga bisa dijadikan ladang usaha.

Kesimpulan 

Menanam berbagai jenis sayuran hidroponik tentu menjadi aktivitas yang seru sekaligus menantang. Pasalnya, tidak hanya kelebihannya saja yang bisa Anda rasakan, beberapa kekurangannya pun harus bisa Anda antisipasi dengan baik.

Baca Juga Artikel Yang Berkaitan Dengan Tanaman Hidroponik :

0 Shares:
1 comment
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like