Media tanam hidroponik sederhana yang populer belakangan ini adalah rockwool. Bagi Anda yang gemar bercocok tanam, rockwool mungkin sudah tidak asing lagi di telinga. Namun, bagi Anda yang masih pemula di dunia penanaman hidroponik, media tanam yang satu ini masih terasa asing, bukan?

Secara garis besar, rockwool merupakan salah satu jenis media tanam hidroponik yang terbuat dari mineral fiber atau mineral wool. Untuk mengetahui lebih jelas mengenai rockwool dan media tanam hidroponik sederhana lainnya, simak ulasan berikut ini.

Jenis Media Tanam Hidroponik

Media tanam hidroponik sederhana

Sebelum Anda mengenal secara lebih jauh mengenai rockwool sebagai media tanam hidroponik, ada beberapa jenis media tanam lainnya yang bisa menjadi pilihan. Berikut ini adalah jenis media tanam selain rockwool.

1. Sabut Kelapa

Sabut kelapa atau cocopeat merupakan salah satu jenis media tanam untuk hidroponik yang cukup populer dan banyak digunakan. Sabut kelapa memiliki daya serap yang tinggi, sehingga mampu menyerap dan menyimpan air dengan baik. Daya tampungnya juga sangat kuat.

Sabut kelapa ini cocok dijadikan sebagai media tanam hidroponik karena mengandung banyak nutrisi yang baik untuk pertumbuhan tanaman. Beberapa zat yang terkandung pada sabut kelapa meliputi kalium, fosfor, magnesium, kalsium, dan natrium.

Meski memiliki cukup banyak kelebihan, sabut kelapa juga memiliki kekurangan. Kekurangan sabut kelapa sebagai media tanam yaitu kurang baik dalam mengalirkan air, sehingga air tidak bisa menyebar dengan sempurna. Selain itu, ketersediaan oksigen pada sabut kelapa juga dinilai kurang maksimal.

2. Sekam Bakar

Selain sabut kelapa, sekam bakar juga menjadi salah satu pilihan media tanam untuk tanaman hidroponik. Sekam bakar memiliki kemampuan menyimpan air, nutrisi, dan oksigen yang baik untuk pertumbuhan tanaman.

Selain itu, sekam bakar memiliki bobot yang ringan dan sistem drainase yang baik, sehingga kelembapannya selalu terjaga. Sekam bakar ini sangat cocok digunakan sebagai media tanam hidroponik karena telah melalui tahap sterilisasi, sehingga bebas dari penyakit dan hama.

3. Spons

Spons juga bisa dijadikan alternative pilihan media tanam yang tepat untuk tanaman hidroponik. Meski memiliki bobot yang ringan, spons yang sudah dibasahi akan menjadi media tanam yang baik untuk tanaman hidroponik karena memiliki daya serap yang baik.

Kelemahan spons adalah strukturnya yang tidak terlalu kuat, sehingga mudah hancur. Spons ini cocok digunakan untuk tanaman yang memiliki periode tanam yang singkat, karena spons tidak mampu bertahan dalam jangka waktu yang lama.

4. Kerikil

Batu kecil atau kerikil juga bisa dijadikan sebagai alternatif dan pilihan jenis media tanam hidroponik sederhana. Kerikil memiliki pori-pori yang cukup besar, sehingga memiliki kemampuan untuk membantu peredaran udara dan unsur hara.

Agar lebih efektif dan maksimal, Anda bisa menggunakan kerikil sintetis yang banyak dijual di pasar. Kemampuan kerikil sintetis dalam menyerap air dan sistem drainasenya dinilai lebih baik dari kerikil pada umumnya

5. Expanded Clay

Expanded clay merupakan salah satu produk media tanam hidroponik yang terbuat dari tanah liat. Expanded clay atau hidroton menjadi pilihan media tanam hidroponik yang baik karena sudah melalui proses pemanasan dengan suhu yang sangat tinggi yaitu lebih dari 1.000° Celsius.

Media tanam yang memiliki bentuk bulatan kecil seperti kelereng ini sangat praktis dan mudah digunakan. Expanded clay juga memiliki banyak kelebihan, yaitu mampu menyimpan air dengan baik dan aerasi yang sempurna, serta pH yang netral dan stabil.

Related Post :  6 Cara Mengatasi Ulat Pada Tanaman Jagung Untuk Meningkatkan Hasil Panen

6. Hidrogel

Hidrogel merupakan salah satu jenis media tanam yang cocok diaplikasikam untuk tanaman hias hidroponik. Warnanya yang menarik akan membuat tanaman hias hidroponik Anda terlihat estetik. Media tanam ini terbuat dari kristal polimer dan memiliki kemampuan daya serap yang baik.

Hidrogel termasuk media tanam hidroponik yang ramah lingkungan, karena bisa membusuk dan terurai. Selain itu, media tanam ini juga mampu menyerap nutrisi dalam jumlah banyak dan mampu melepaskan nutrisi dan air sesuai kebutuhan tanaman.

Pengertian Rockwool Hidroponik

Media tanam hidroponik sederhana

Rockwool adalah salah satu produk yang terbuat serat mineral fiber atau mineral wool. Rockwool sendiri berasal dari batu-batuan (basalt, batu bara, atau batu kapur), keramik, atau kaca yang dicairkan pada suhu yang sangat tinggi, lalu cairan tersebut dipintal hingga membentuk serat halus.

Setelah itu, serat tersebut didinginkan dan dipotong dengan ukuran sesuai keinginan. Rockwool memiliki titik leleh yang ekstrem yaitu lebih dari 2.150° Fahreinheit dan tidak mudah terbakar. Oleh karena itu, rockwool juga digunakan sebagai bahan insulasi termal dan semprotan kebakaran.

Rockwool juga memiliki fungsi lainnya yaitu sebagai peredam suara (soundproofing) dan pelindung kapal, kemah, pipa, atau peralatan rumah tangga. Selain tidak mudah terbakar, rockwool juga tahan terhadap air, jamur, dan pertumbuhan bakteri, serta anti-fouling.

Rockwool memiliki konten yang padat, sehingga mampu mengurangi transmisi gelombang udara dan aliran air. Rockwol terdiri dari beberapa jenis, misalnya rockwool tanaman dan rockwool AC. Banyak yang mengira, fungsi kedua jenis ini sama.

Fungsi rockwool tanaman dan rockwool memiliki perbedaan yang cukup signifikan. Rockwool AC memiliki karakteristik yang lebih rapuh dan harganya yang lebih murah dibandingkan dengan rockwool tanaman. Rockwool tanaman sendiri terbuat dari batu-batuan dan tidak menggunakan tanah.

Dalam dunia hidroponik sendiri, rockwool menjadi salah satu jenis media tanam yang banyak digunakan. Rockwool memiliki daya serap air yang baik. Media tanam ini juga memiliki kemampuan menyerap nutrisi dan pupuk secara optimal, sehingga tanaman dapat tumbuh dengan baik.

Sebagai salah satu jenis media tanam hidroponik sederhana, rockwool dinilai ramah lingkungan dan tidak mengandung patogen pemicu penyakit yang bisa menyerang pertumbuhan tanaman. Selain itu, rockwool juga membantu meminimalisir penggunaan disinfektan.

Untuk rockwool sebagai media tanam hidroponik sendiri terdiri dari dua jenis, yaitu rockwool insulator dan rockwool khusus pertanian. Umumnya, rockwool insulator digunakan sebagai bahan tabung pendingin ruangan atau AC.

Akan tetapi, saat ini rockwool insulator banyak digunakan sebagai media tanam hidroponik. Apabila Anda ingin menggunakan rockwool jenis ini sebagai media tanam, sebaiknya Anda harus hati-hati karena rockwool ini memiliki pH 7,8 yang bisa meningkatkan pH pada larutan nutrisi.

Dibandingkan dengan rockwool khusus pertanian, rockwool insulator tidak dapat digunakan secara berulang alias sekali pakai saja. Hal ini dikarenakan akar tanaman akan menyebar, sehingga untuk menghindari kerusakan, tanaman dipanen bersamaan dengan medianya.

BACA JUGA : Tanaman Hidroponik: Media, Jenis, Cara, dan Teknik Hidroponik

Rockwool Media Tanam Hidroponik

Media tanam hidroponik sederhana

Sebagai salah satu jenis media tanam hidroponik sederhana, rockwool memiliki peranan penting dalam proses pertumbuhan pada tanaman. Pertumbuhan akar dan penyerapan nutrisi pada tanaman menjadi lebih optimal, karena kemampuan daya serap rockwool yang maksimal.

Rockwool juga memiliki struktur serat alami yang sangat baik untuk membantu menopang akar dan batang pada tanaman, sehingga dapat berdiri dengan tegak dan stabil. Oleh karena itu, rockwool sangat cocok digunakan sebagai media tanam mulai dari tahap penyemaian hingga proses panen.

Meski memiliki banyak keunggulan, Anda perlu memerhatikan kadar keasamannya. Kadar asam atau pH alami pada rockwool terbilang tinggi alias basa akibat kandungan alkali yang terdapat pada seratnya yaitu pada kisaran pH 8.

Related Post :  Benih Tanaman Hidroponik Diulas Secara Lengkap

Sementara itu, kadar keasaman yang dibutuhkan agar tanaman dapat tumbuh dengan baik adalah pada kisaran pH 5,5 hingga 6,5 saja. Oleh karena itu, apabila Anda ingin menggunakan rockwool sebagai media tanam, sebaiknya Anda melakukan pemberian pupuk terlebih dahulu.

Pemberian pupuk akan membantu mengatasi masalah kadar keasaman atau pH pada rockwool. Anda bisa menggunakan pupuk yang sifatnya asam, seperti pupuk KCI, urea, pupuk AB mix, atau pupuk ammonium sulfat.

Secara sekilas, tampilan fisik media tanam rockwool ini terlihat mirip dengan serabut kapas yang padat dan berbulu. Saat Anda akan menggunakannya sebagai media tanam hidroponik, Anda sebaiknya memerhatikan cara pemotongan rockwool dengan benar agar bisa berfungsi dengan optimal.

Saat Anda melakukan pemotongan rockwool, tak jarang akan meninggalkan serpihan rockwool. Apabila serpihan rockwool terhirup, maka akan membahayakan pernapasan Anda. Saat melakukan pemotongan rockwool, sangat disarankan untuk menggunakan penutup hidung atau masker.

Apabila Anda menggunakan rockwool dalam bentuk lembaran, Anda tidak perlu memotongnya hingga benar-benar terpisah. Anda bisa menyisakan sedikit pada bagian bawah lembaran cukup dengan menggunakan tangan, agar lembaran rockwool tetap menyatu.

Tujuannya yaitu untuk memudahkan penyimpanan pada bagian yang tidak terpakai. Cara tersebut juga bertujuan untuk memudahkan Anda untuk menentukan bagian lembaran rockwool yang akan Anda gunakan untuk meletakkan benih tanaman.

Harga Rockwool Hidroponik

Media tanam hidroponik sederhana

 

Sebagai salah satu alternatif bercocok tanam yang hemat tempat, Anda tentu mempertimbangkan pula biaya yang harus dikeluarkan untuk media tanam dan perawatannya. Anda bisa menggunakan media tanam berupa rockwool cultilene yang harganya terbilang terjangkau.

Rockwool cultilene merupakan salah satu jenis rockwool yang dibuat khusus untuk tanaman sayuran, buah-buahan, dan tanaman hias. Rockwool jenis ini memiliki ciri-ciri yaitu volume pori 98% dan serat horizontal. Penggunaan media tanam hidroponik ini cocok untuk skala kecil sebagai penyaluran hobi.

Rockwool cultiline biasanya dijual per slab. Dalam satu pak kemasan rockwool cultiline biasanya terdiri dari 16 slab dengan dimensi pak berukuran 100 x 60 x 30 cm. Tiap slab memiliki ukuran panjang 1.00 cm, lebar 15 cm, dan ketebalan 7,5 cm.

Rockwool banyak dijual di toko peralatan pertanian atau situs online. Media tanam ini juga dijual dalam berbagai jenis dan ukuran. Berikut ini adalah harga rockwool sebagai media tanam hidroponik.

Kemasan Harga
Mini (Satuan) Mulai Rp100,00
Medium (Satuan) Mulai Rp8.000,00
Slab (Satuan) Mulai Rp55.000,00 – Rp75.000,00 (per meter)
Ball (16 slab) Mulai Rp700.000,00 – Rp1.440.00,00

 

Harga bisa saja berbeda-beda mengikuti harga pasar di setiap daerah atau toko. Apabila Anda berniat untuk membeli secara online, sebaiknya Anda melakukan survei harga terlebih dahulu pada beberapa toko online. Jangan lupa pula untuk melihat testimoni pembeli untuk memastikan kualitas rockwool.

Pengganti Rockwool untuk Hidroponik

 

Media tanam hidroponik sederhana

Sebagai salah satu jenis media tanam untuk hidroponik, rockwool memang cukup populer dan banyak digunakan dalam budi daya hidroponik. Harga yang dipatok untuk rockwool memang terbilang terjangkau. Namun, untuk memperolehnya masih cukup sulit karena merupakan produk impor.

Untuk mengatasi hal tersebut, Anda bisa memanfaatkan barang-barang di sekitar Anda sebagai alternatif media tanam hidroponik pengganti rockwool. Ada beberapa cara yang bisa Anda lakukan untuk menghemat biaya hidroponik yaitu sebagai berikut.

1. Kain Flanel

Kain flannel dapat Anda jadikan sebagai alternatif media tanam yang jauh lebih murah dibanding rockwool. Cara menggunakan kain flannel untuk dijadikan media tanam hidroponik sederhana juga sangat mudah yaitu cukup dengan menggulung kain dan jepit tanaman pada bagian tengah gulungan.

Selain murah dan mudah ditemukan, kain flannel juga memiliki keunggulan lainnya yaitu bisa digunakan berulang kali, sehingga bisa menghemat biaya. Namun, kain flannel juga memiliki kekurangan yaitu kemampuan daya serapnya yang lebih rendah dibandingkan rockwool.

Related Post :  Cara Budidaya Tanaman Hidroponik Yang Paling Mudah

2. Serabut Kelapa

Apabila Anda ingin menggunakan media tanam yang gratis, Anda bisa memanfaatkan serabut kelapa sebagai penganti rockwool. Dibandingkan dengan rockwool, serabut kelapa sangat mudah ditemukan. Daya serap dan kemampuan menyimpan airnya juga lebih baik dibandingkan dengan kain flannel.

Namun, serabut kelapa juga memiliki kekurangan yaitu kandungan getah yang bisa menghambat pertumbuhan dan penyerapan akar tanaman hidroponik. Untuk mengatasinya, sebaiknya cuci serabut kelapa terlebih dahulu untuk mengurangi kadar getah sebelum digunakan sebagai media tanam.

3. Serbuk Kayu

Meski terlihat tidak berguna, serbuk kayu dapat Anda gunakan sebagai media tanam pengganti rockwool. Anda bisa mendapatkan serbuk kayu ini secara gratis, sehingga lebih hemat. Sebuk kayu memiliki kemampuan menyerap air yang baik, sehingga pertumbuhan akar tanaman bisa optimal.

4. Gabus

Gabus atau sterofoam bekas kemasan produk elektronik yang sering Anda jumpai rupanya bisa dijadikan sebagai alternatif media tanam pengganti rockwool yang murah meriah. Kopolimer styrene pada gabus dapat berfungsi sebagai media adaptasi tanaman sebelum ditanam di lahan.

Sebelum menggunakannya sebagai media tanam hidroponik, Anda bisa mengubah gabus menjadi butiran bola-bola kecil terlebih dahulu. Hingga saat ini, gabus banyak digunakan sebagai bahan campuran untuk media tanam yang berguna mengoptimalkan porositas media tanam.

5. Pecahan Batu Bata

Siapa bilang pecahan batu bata tidak berguna sama sekali? Pecahan batu bata bisa Anda manfaatkan sebagai media tanam hidroponik yang ekonomis dan mudah ditemukan. Karena memiliki sistem drainase dan aerasi yang baik, pecahan batu bata bisa Anda gunakan sebagai media tanam alternatif.

Selain itu, pecahan batu bata juga membantu akar tanaman dapat melekat dengan baik. Namun, di samping itu, media tanam satu ini juga memiliki kekurangan yaitu kandungan unsur hara yang sedikit. Untuk mengatasinya, Anda bisa menambahkan pupuk atau memadukan dengan media tanam lainnya.

6. Pasir

Pasir bisa dijadikan sebagai media tanam yang harganya lebih murah dibandingkan dengan rockwool. Selain itu, pasir juga sangat mudah ditemukan. Bobotnya yang cukup berat mampu menopang tanaman agar tumbuh dengan tegak.

Pasir sangat cocok digunakan sebagai media tanam pada tahap penyemaian, pertumbuhan bibit tanaman, bahkan proses perakaran setek batang. Pasir memiliki pori-pori ukuran makro yang jumlahnya banyak, sehingga dapat mengoptimalkan sirkulasi udara.

Selain beberapa jenis media tanam alternatif yang bisa menggantikan peranan rockwool, Anda juga bisa membuat rockwool sendiri dengan bahan sederhana dan mudah didapatkan. Berikut ini cara mudah membuat rockwool yang bisa Anda coba.

  • Siapkan bahan-bahan, yaitu batu, keramik, dan kaca.
  • Panaskan kaca dengan suhu 230° sampai 260° Celsius, batu dengan suhu 700° sampai 800° Celsius, dan keramik dengan suhu 1.200° Celsius.
  • Setelah ketiga bahan meleleh dengan sempurna hingga berbentuk seperti lava panas, langkah selanjutnya adalah membiarkan bahan tersebut dingin hingga membentuk serat.
  • Potong kumpulan serat sesuai keinginan Anda. Lakukan dengan hati-hati dan rockwool siap digunakan.

Kesimpulan

Rockwool menjadi media tanam hidroponik sederhana terbaik yang terbuat serat mineral fiber atau mineral wool. Keunggulannya dalam menyerap air dan nutrisi, tidak mengandung patogen, dan ramah lingkungan, membuat rockwool cocok digunakan dibandingkan media tanam hidroponik lainnya.

Baca Juga Artikel Yang Berkaitan Dengan Tanaman Hidroponik :

0 Shares:
3 comments
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like