Peluang Usaha Kerjasama Bagi Hasil yang Sangat Menguntungkan

Memiliki usaha yang sukses tentu merupakan impian kebanyakan orang. Salah satu skema usaha yang banyak dilakukan oleh para pebisnis adalah sistem bagi hasil. Ada banyak peluang usaha kerjasama bagi hasil yang memberikan keuntungan tidak sedikit.

Namun, mungkin Anda masih bingung seperti apa peluangnya. Berikut beberapa contoh bisnis dengan peluang usaha kerjasama bagi hasil yang menjanjikan:

Peluang Usaha Kerjasama Bagi Hasil yang Menguntungkan

1.     Bisnis Konsinyasi

Peluang Usaha Kerjasama Bagi Hasil

Peluang usaha kerjasama bagi hasil pertama adalah bisnis konsinyasi atau yang lebih dikenal dengan skema titip jual.

Pada bisnis ini, pemasaran dan penjualan produk dilakukan dengan cara menitipkannya ke toko milik orang lain, jadi produsen tidak perlu repot melakukan pemasaran.

Skema seperti ini sangat cocok bagi Anda pebisnis pemula, sebab risiko yang mungkin terjadi sangat kecil baik untuk pemilik produk maupun penyalur.

Keuntungannya adalah Anda tidak perlu membuat toko sendiri dan pusing memikirkan strategi pemasaran.

Penjualan produk sepenuhnya akan dilakukan oleh penyalur, tetapi Anda harus membagi keuntungan yang diperoleh kepada consignee sesuai kesepakatan yang telah disetujui kedua belah pihak.

Jika ada produk tidak laku, sepenuhnya akan dikembalikan ke pemilik barang.

Jika tertarik dengan skema bisnis seperti ini, Anda bisa mencari toko yang bisa diajak bekerja sama untuk menjalankan konsinyasi. Beberapa hal juga perlu diperhatikan saat memilih partner konsinyasi, misalnya ramai tidaknya toko, kesesuaian produk yang dijual, dan lain-lain.

Dalam sistem bisnis ini, pihak yang menitipkan produk disebut konsinyor (consignor). Sedangkan pihak yang menjualkan disebut dengan konsinyi (consignee).

Berikut kelebihan sistem konsinyasi yang membuat bisnis ini menjadi peluang usaha kerjasama bagi hasil yang menjanjikan, yakni:

Bagi Konsinyor

  • Mengurangi biaya penyimpanan, biaya pemasaran dan biaya pelayanan
  • Dapat lebih fokus untuk meningkatkan kualitas produk

Bagi Konsinyi

  • Memperoleh profit tanpa harus mengeluarkan modal
  • Display toko menjadi lebih beragam
  • Risiko kerugian kecil, sebab jika produk tidak laku akan dikembalikan ke konsinyor

Di samping kelebihan tentu ada kekurangan yang tidak bisa dihindari. Kekurangan dari sistem konsinyasi akan cenderung lebih banyak dialami oleh pihak yang memproduksi barang atau konsinyor.

Berikut kekurangan dari sistem konsinyasi bagi konsinyor :

  • Uang hasil penjualan produk tidak diterima secara langsung
  • Keuntungan harus dibagi ke konsinyi sesuai kesepakatan
  • Modal, biaya produksi dan risiko kerugian ditanggung sendiri
  • Strategi pemasaran yang tidak sesuai

2.     Bisnis Reguler

Peluang Usaha Kerjasama Bagi Hasil

Peluang usaha kerjasama bagi hasil selanjutnya adalah bisnis reguler. Sistem bisnis ini sudah umum dilakukan oleh masyarakat, dimana pemilik modal bertemu dengan pengusaha yang ingin menjalankan usahanya dengan tujuan memperoleh keuntungan.

Modal yang ditawarkan oleh pemilik modal dapat berupa uang, barang, maupun keahlian yang mereka punya.

Untuk skema bagi hasilnya dapat berupa pendapatan pada hari itu juga atau dalam bentuk setoran dalam jangka waktu tertentu dengan nominal yang sama.

3.     Bisnis Waralaba

Peluang Usaha Kerjasama Bagi Hasil

Sering disebut dengan bisnis franchise yang saling menguntungkan, bisnis waralaba dapat dikatakan sebagai peluang usaha kerjasama bagi hasil yang cukup menjanjikan.

Secara umum bisnis waralaba adalah model bisnis yang berjalan antara pemilik merek dengan pemodal.

Cara kerja dari bisnis ini, yakni pemilik merek akan memberikan hak kepada pemodal untuk menjalankan usahanya sesuai dengan ketentuan yang sudah disepakati bersama sebelumnya.

Dengan sistem ini, pemilik modal tidak perlu repot membangun merek dan sistem kerja dari nol.

Dalam dunia waralaba, pemilik merek disebut dengan Franchisor atau Pewaralaba.

Sedangkan pihak yang memiliki modal disebut dengan Franchisee atau Ter-waralaba.

Sebelum menjalankan usaha milik Franchisor, Franchisee diwajibkan untuk membayar sejumlah biaya untuk memperoleh hak usahanya.

Umumnya biaya tersebut terdiri dari biaya pengadaan bahan baku, biaya pengadaan peralatan pendukung usaha, biaya royalti, dan sebagainya.

Di Indonesia, peluang usaha kerjasama bagi hasil waralaba cukup berkembang dengan pesat dan sangat menguntungkan akhir-akhir ini. Berikut adalah kelebihan dan kekurangan dari bisnis waralaba, antara lain:

Kelebihan Menjalankan Bisnis Waralaba

  • Manajemen bisnis sudah terbangun dengan siap dan matang
  • Peluang untuk sukses lebih besar
  • Merek atau brand produk sudah terkenal di masyarakat
  • Manajemen finansial lebih mudah karena sudah ditetapkan oleh pemilik merek
  • Kerjasama sudah terbangun sejak awal

Kekurangan Menjalankan Bisnis Waralaba

  • Biasanya terdapat biaya lanjutan untuk pelatihan dan dukungan bagi para pembeli waralaba
  • Apabila salah satu waralaba melakukan kesalahan hingga membuat reputasinya rusak, maka waralaba lain akan ikut terdampak
  • Ruang gerak pembeli waralaba akan terbatas, karena seringkali terkendala dengan perjanjian-perjanjian khusus yang harus disepakati
  • Adanya pemotongan keuntungan sebagai bentuk royalti, jika keuntungan yang diperoleh hanya sedikit, maka keuntungan tersebut tetap akan dipotong untuk menutup royalti
  • Meskipun memiliki pasar yang matang, perilaku konsumen yang cenderung berubah-ubah mengikuti tren pasar dapat mempengaruhi kondisi bisnis waralaba

4.     Bisnis Sharing Economy

Peluang Usaha Kerjasama Bagi Hasil

Bisnis sharing economy juga memiliki peluang usaha kerjasama bagi hasil yang cukup bagus.

Maksud dari bisnis sharing economy adalah sikap partisipasi dalam ekonomi yang menciptakan nilai kemandirian dan kesejahteraan.

Sharing economy sangat memerlukan internet untuk mempertemukan supply dan demand dengan bebas.

Dengan demikian, sharing economy sering dipakai untuk menjelaskan berbagai aktivitas sosial dan ekonomi yang melibatkan transaksi online.

Sebenarnya peluang usaha kerjasama bagi hasil ini sudah ada sejak zaman dahulu, kemudian seiring majunya teknologi, sistem bisnis sharing economy juga turut berkembang.

Contoh dari bisnis sharing economy adalah jasa ojek online dan taksi online. Dimana perangkat lunak digunakan sebagai instrumen untuk memfasilitasi transportasi online tersebut.

5.     Bisnis Dengan Sistem Reselling

Peluang Usaha Kerjasama Bagi Hasil

Reselling adalah sistem usaha yang digunakan oleh para reseller. Anda pasti sudah tidak asing lagi dengan istilah reseller, karena kata tersebut seringkali disebutkan pada kegiatan bisnis online.

Secara umum, reseller adalah seseorang atau sebuah perusahaan yang membeli produk atau jasa untuk dijual lagi guna mendapatkan keuntungan.

Maka dari itu, reselling dapat dikategorikan sebagai peluang usaha kerjasama bagi hasil dengan keuntungan yang menjanjikan.

Prinsip dari reseller itu sama dengan prinsip pedagang konvensional pada umumnya. Bedanya reseller menjual produknya dengan cara online, sedangkan pedagang konvensional menjual produknya secara langsung kepada konsumen.

Berikut kelebihan reselling yang menjadikan sistem bisnis ini cocok untuk para pemula:

  • Bisnis lebih mudah dikembangkan karena tidak hanya bergantung pada satu produsen saja
  • Branding produk lebih mudah dikontrol
  • Besarnya keuntungan dapat ditentukan sendiri
  • Stok barang dapat dikelola sedemikian rupa sesuai keinginan Anda sebagai reseller

Apabila tertarik dengan sistem bisnis ini, Anda juga harus memperhatikan beberapa kekurangannya antara lain:

  • Membutuhkan cukup modal untuk membeli barang yang akan dijual
  • Risiko kerugian cukup besar jika produk tidak laku
  • Reseller harus menyiapkan tempat untuk menyimpan stok barang
  • Banyak hal yang harus dikerjakan meliputi pemasaran, pengemasan, pengiriman, pelayanan terhadap konsumen, hingga menerima komplain dari konsumen

6.     Bisnis dengan Sistem Dropship

Peluang Usaha Kerjasama Bagi Hasil

Peluang usaha kerjasama bagi hasil yang satu ini hampir sama dengan sistem reselling, yaitu sama-sama menjual produk orang lain tanpa harus melakukan produksi. Bedanya adalah sistem dropship tidak mengenal penyimpanan stok.

Alur dari sistem dropship sendiri adalah konsumen memesan suatu produk pada toko online milik dropshipper dan dilanjutkan dengan konfirmasi pemesanan sekaligus pembayaran.

Setelah itu, dropshipper melakukan pemesanan dengan menghubungi penyedia barang.

Dan terakhir penyedia barang akan melakukan pengemasan dan mengirimkannya langsung ke alamat konsumen, jadi dropshipper tidak perlu repot-repot melakukan pengemasan.

Adapun kelebihan lain dari peluang usaha kerjasama bagi hasil dengan sistem dropship, yakni:

  • Jam kerja fleksibel dan dapat dikerjakan di manapun
  • Modal yang dibutuhkan sedikit
  • Mudah, efisien, dan hemat tenaga
  • Dapat menekan biaya overhead
  • Dapat menjual beragam produk dari berbagai pihak sekaligus

Apabila ada kelebihan tentu saja ada kekurangan, berikut kekurangan dari sistem dropship:

  • Laba yang diperoleh lebih sedikit
  • Harus dilakukan secara online
  • Sistem pengiriman lebih kompleks, apalagi jika ada pesanan yang tidak sesuai dan mengalami kegagalan
  • Dropshipper tidak memiliki kontrol terhadap produk, jadi Anda harus rajin mengecek ketersediaan produk pada pihak supplier atau penyedia

7.     Bisnis dengan Sistem Affiliating

Peluang Usaha Kerjasama Bagi Hasil

Sistem affiliating atau yang lebih populer dengan affiliate marketing merupakan salah satu peluang usaha kerjasama bagi hasil yang sangat menguntungkan.

Sistem bisnis ini menggunakan prinsip berbasis komisi untuk menjual suatu produk baik barang maupun jasa.

Jadi, sistem dari affiliate nantinya adalah saat suatu merchant membutuhkan jasa orang lain untuk menjualkan produknya, bayaran komisi akan diberikan kepada orang yang berhasil menjual produk merchant tersebut.

Dan biasanya media pemasaran yang digunakan adalah internet.

Pada sistem bisnis ini, peran serta tanggung jawab masing-masing pihak yang terlibat sangat diperlukan terutama penjual dan affiliate-nya.

Hal ini bertujuan agar strategi marketing yang sudah dibuat bersama dapat berjalan dengan efektif.

Ada beberapa macam sistem pembayaran pada affiliate, berikut di antaranya:

  • Pay per sale – merupakan yang paling standar, dimana merchant membayar affiliate dengan sejumlah persentase dari harga produk yang terjual.
  • Pay per lead – sistem ini lebih kompleks dari pay per sale, affiliate hanya akan menerima komisi setelah berhasil mengkonversi leads, maksudnya adalah affiliate harus bisa mengajak konsumen untuk mengunjungi website merchant dan melakukan suatu hal
  • Pay per click – berlaku pemberian insentif kepada affiliate yang mampu mengarahkan konsumen dari platform affiliate menuju website merchant, sehingga intinya affiliate akan diberi komisi berdasarkan peningkatan web traffic

8.     Pemberi Modal Dalam Bentuk Saham

Peluang Usaha Kerjasama Bagi Hasil

Peluang usaha kerjasama bagi hasil lain yang memiliki prospek keuntungan tinggi adalah memberi modal dalam bentuk saham atau sering disebut dengan istilah menanam saham.

Pada bisnis ini, penanam saham biasanya tidak terlibat dalam usaha untuk mengurus perusahaan.

Kecuali saham yang dimiliki jumlahnya banyak dan mendominasi, pasti yang bersangkutan akan diikutsertakan dalam rapat tertentu dalam perusahaan.

Penanam saham juga memiliki istilah lain yang lebih populer yakni investor.

Dalam kerja sama ini, bagi hasil yang diterima investor hanya berupa dividen dan tidak didasarkan pada kepemilikan modal.

Persentase bagi hasil akan dibahas sebelum bisnis kerja sama bagi hasil dimulai dan harus disepakati kedua belah pihak.

9.     Pemberi Modal Dan Rekan Kerja

Peluang Usaha Kerjasama Bagi Hasil

Dalam peluang usaha kerjasama bagi hasil ini, Anda akan menjumpai orang yang berperan sebagai pemberi modal sekaligus rekan kerja atau bisa juga karyawan aktif.

Apabila terdapat orang dengan posisi tersebut, maka dua pendapatan akan diperoleh sekaligus.

Pendapatan pertama berasal dari gaji sebagai karyawan atau rekan kerja aktif yang bisa dibayarkan pada awal bulan maupun akhir bulan, kemudian pendapatan kedua diperoleh dari dividen sebagai pemberi modal pada suatu usaha.

Dividen sendiri adalah keuntungan bersih yang didapatkan setelah pendapatan dipotong dengan berbagai macam biaya seperti biaya operasional dan biaya investasi untuk tahun selanjutnya.

Biasanya dividen dihitung per tahun, jadi dapat dipastikan bahwa dividen berbeda dengan gaji.

Dividen yang dibagikan tidak sama antara pemberi modal satu dengan yang lainnya.

Pembagian harus disesuaikan dengan persentase jumlah modal yang ditanamkan oleh masing-masing pemberi modal di awal usaha didirikan.

10.  Pemberi Modal Dalam Bentuk Utang

Peluang Usaha Kerjasama Bagi Hasil

Peluang usaha kerjasama bagi hasil selanjutnya hampir sama dengan sebelumnya, bedanya adalah modal yang diberikan dalam bentuk utang.

Perhitungannya juga berbeda terdiri dari pokok utang, bunga, dan jatuh tempo.

Pada sistem ini mitra bisnis tidak disebut dengan investor melainkan kreditur, yang mana kreditur tidak akan menanggung risiko jika usaha yang dijalankan mengalami kegagalan.

Untuk pembagian keuntungannya dilakukan dengan membayar pokok utang beserta bunganya.

Besar bunga dan waktu pembayaran harus sesuai dengan kesepakatan yang telah dibuat sebelumnya.

Karena bersifat utang dan telah melalui kesepakatan, apabila pembayaran dilakukan setelah melewati masa jatuh tempo maka bunga akan bertambah.

Maka dari itu, Anda harus berhati-hati juga teliti saat memilih kreditur dan membuat kesepakatan bersama. Sebagai mitra bisnis kedua belah pihak harus sama-sama diuntungkan.

11.  Profit Sharing

Peluang Usaha Kerjasama Bagi Hasil

Maksud dari peluang usaha kerjasama bagi hasil ini adalah bagi hasil keuntungan yang bersifat sementara dan bukan merupakan kepemilikan.

Contoh sistem usaha ini adalah bisnis ritel yang mana bagi hasil boleh dilakukan dengan rutin setiap bulannya atau setiap ada proyek.

Selain itu, sistem bagi hasil dengan jangka waktu tertentu juga termasuk dalam profit sharing dimana modal akan dikembalikan saat masa kontrak berakhir.

Dengan demikian perjanjian perlu dibuat agar modal tidak menjadi kepemilikan untuk seterusnya.

12.  Menggunakan Sistem Kongsi Atau Patungan

Peluang Usaha Kerjasama Bagi Hasil

Kongsi atau patungan juga bisa menjadi peluang usaha kerjasama bagi hasil dan menjadi solusi permasalahan modal Anda.

Keuntungan diperoleh dari hasil profit usaha yang dibangun dan besarnya harus disesuaikan dengan komposisi modal dalam bisnis tersebut.

Sama seperti sebelumnya, perjanjian dan kontrak kerja juga perlu dibuat pada peluang usaha kerjasama bagi hasil ini pada awal kerja sama dilakukan.

Tujuannya adalah menjaga kepercayaan dan menghindari pelanggaran kesepakatan yang bisa mengancam jalannya usaha.

13.  Menggunakan Dana Hibah Perusahaan

Peluang Usaha Kerjasama Bagi Hasil

Terakhir, peluang usaha kerjasama bagi hasil yang mungkin dilakukan adalah menggunakan dana hibah perusahaan sebagai modal membangun bisnis. Dana hibah dapat Anda peroleh dari perusahaan pemerintah maupun perusahaan swasta.

Karena kebanyakan perusahaan menyalurkan dananya melalui kegiatan CSR (Corporate Social Responsibility) dalam bentuk kompetisi, maka Anda harus benar-benar memanfaatkan kesempatan tersebut dengan mempersiapkan segala sesuatunya dengan optimal.

Mengingat ini adalah kesempatan yang bagus, tentu saja Anda akan menghadapi kompetitor lain yang juga menginginkan dana hibah perusahaan.

Sebisa mungkin buatlah konsep bisnis yang menarik tidak hanya untuk juri tetapi juga untuk masyarakat.

Ternyata banyak sekali peluang usaha kerjasama bagi hasil yang cukup menjanjikan. Semuanya memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing, namun hal tersebut dapat menjadi kekuatan jika Anda mampu menanganinya dengan profesional.

 

Baca Artikel yang berkaitan dengan Peluang Usaha :

1 Shares:
0 Share
1 Share
0 Tweet
0 Share
0 Share
0 Share
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like